Ahok Nyalinya Diuji Megawati

Standard

363554_08212819112014_ahokMendengar akhirnya PDI-P memutuskan mendukung Ahok akhirnya membuat lega beberapa orang dan tentunya membuat sakit hati beberapa orang lainnya. Tak dapat dipungkiri gonjang ganjing yang terjadi beberapa bulan terakhir tidak lepas dari gerak gerik ibu ketum ini.

Pada saat Ahok tidak memiliki partai dan akhirnya memutuskan untuk mengikuti teman Ahok sebagai kendaraan untuk maju dalam Pilgub 2017, Ahok datang menghadap Megawati menyampaikan keputusan yang diambilnya disertai dengan alasannya yang saya kutip dari tulisan kompasioner Daniel H.T sbb :

“Saya bilang ke Ibu Mega, saya sudah putuskan, ikut Teman Ahok, dengan segala risiko. Ibu katakan, gak gampang, lho. Ya, sudah, Bu, kalau ternyata, saya tidak bisa ikut, PDIP gak mau dukung saya, ya, sudah, kalau butuh saya kampanye untuk Pak Djarot yang maju, saya akan kampanyekan buat Pak Djarot. Saya gak jadi gubernur gak masalah.”

Saya rasa ini menjadi momen dan poin penting bagi kedua’nya, Ahok yang punya hubungan baik dengan Megawati menyampaikan keputusannya secara langsung dihadapan Megawati dengan maksud agar dapat didengar langsung dari Ahok disertai dengan alasannya dan tidak mendengar dari berita media maupun pembisik yang beredar di luar yang kadangkala informasinya diplintir.

Disisi lain Megawati walau mungkin dalam hatinya agak sedikit terkejut dengan keputusan Ahok tersebut, disisi lain Megawati menghargai keputusan Ahok tersebut dengan datang ke kediaman Megawati dalam artian Ahok berani secara gentleman bicara face to face, sebuah sikap berani, berkarakter dan berintegritas yang saya rasa dihormati Megawati. Disinilah awal strategi dimulai, bisa jadi saat itu Megawati mulai intens memantau gerakan di masyarakat DKI dan Indonesia terkait dengan gebrakan Ahok tersebut, apakah makin terpuruk dihantam badai dari segala penjuru atau malah makin berkibar dan makin kinclong ?

Fakta 1 :

dilapangan ternyata berbicara lain, ternyata gerakan teman Ahok bergerak secara masif dan semangat tinggi walau di fitnah sana sini, target 1 juta KTP pun ternyata dapat diraih dengan kerja keras. Gerakan teman Ahok mendapat respon positif dari rakyat DKI, agar Ahok tetap dapat maju dalam Pilgub 2017. Bahkan diacara tertentu yang digelar, pendukung yang mau hadir rela membayar tiket dengan cara membeli merchandise.

Fakta 2

Ahok tidak mengemis ke partai lainnya dengan mengatakan kalau mau dukung ya monggo kalau tidak mau dukung ya sudah, tugas dia akan berakhir di Oktober 2017, ternyata Nasdem, Hanura dan Golkar malah merapat memberikan dukungan.

Fakta 3

ketika lawan politik Ahok melihat saat itu PDI-P naga-naganya akan meninggalkan ahok maka serangan ke Ahok makin gencar, bukannya adem ayem … Ahok malah tambah beringas menghadapi lawan-lawan yang coba menjegalnya … bahkan urusan ke KPK dan pengadilan’pun dilakoni’nya.

Fakta 4

Ahok tidak ciut nyalinya dengan isu-isu kader PDI-P (Risma) untuk dicalonkan ke DKI, bahkan Ahok katakan, “kalau ada yang lebih baik dari saya ya jangan pilih saya … bodoh namanya .. pilihlah yang lebih baik mau bekerja keras lebih baik dari saya untuk DKI” … statement ini mendapat nilai plus karena merupakan sikap siap berkompetisi secara total untuk membuktikan siapa yang terbaik.

Ketika PDI-P terlibat dalam koalisi kekeluargaan, ini yang agak bikin rada tidak jelas … apakah hal ini dibiarkan oleh Megawati untuk melihat reaksi Ahok, atau memang akhirnya para kader di PDI-P nya yang kebablasan tanpa permisi dulu ke Megawati .. mungkin kalo koalisi”an .. Ibu Ketum tidak terlalu menggubris namanya juga demokrasi sambil nge-test air … tapi begitu ada nyanyian Ahok pasti tumbang, ini mungkin yang dianggap kebablasan sehingga Bambang DH dicopot, sepertinya ini sinyal pertama dari ibu Ketum ke Ahok, Masinton pun yang tadinya galak dibeberapa talk show, terakhir seperti kerupuk disiram air … rada-rada gimana gitu …. Adian Napitupulu hmm tidak jelas lagi kemana dia sejak kasus Teman Ahok yang dipecat itu.

Dengan status Ahok yang tadinya belum mendapat dukungan partai ternyata dukungan rakyat DKI begitu kuat walau ada juga yang menolak sampai-sampai harus menjual kaos anti Ahok, ternyata tingkat elekbilitasnya tidak terpengaruh signifikan, tingkat kepuasan publik’pun ternyata masih positif. Diutak atik calon penantang berpasangan dengan siapapun ternyata nama Ahok tetap berkibar.

Dalam tayangan youtube, tiap pagi warga datang ke balaikota dan dilayani secara langsung oleh Ahok, jika memang rakyat ogah pemimpin arogan tentunya hal ini tidak akan terjadi tiap hari di balaikota, belum lagi jika sedang ada acara .. bisa dilihat hampir semua rakyat DKI senang berjumpa dengan Ahok sampai” ngajak selfie bareng .. hal ini tidak pernah terjadi di era sebelum Jokowi dan Ahok, bagaimana rakyat antusias jika ada pemimpin’nya datang berkunjung. Rakyat juga yang merasakan apa benar Ahok sombong dan arogan serta tidak berpihak kepada rakyat kecil ? alih-alih dukungan ke petahana merosot tajam, yang terjadi adalah para pendukungnya tetap solid (mudah”an demikain sampai Februari 2017).

Melihat kejadian yang berlangsung selama ini, Megawati bisa jadi sampai pada kesimpulan bahwa pada akhirnya Ahok memang layak didukung. Saya rasa (bisa saja salah) batu ujian maupun rintangan yang bukan skenario PDI-P maupun yang dibangun oleh PDI-P telah mampu dilewati Ahok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s